Archive for 12 Mei 2008


Sebuah Penantian

Matahari pukul empat sore masih terasa menyengat. Seperti biasa arus lalu lintas di sepanjang Jalan Cileduk Raya tampak padat. Kemacetan adalah hal biasa, sampai-sampai dijadikan kelakar bahwa Cileduk Raya itu biangnya kemacetan seantero Jakarta.

Yudo melompat turun dari sebuah bus Patas yang sarat penumpang. Dengan tangan kanan memegang gitar, yang barusan ia gunakan ngamen, ia terus berjalan di atas trotoar. Wajahnya tampak riang walaupun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya setelah ngamen sepanjang siang. Di bawah pohon mahoni yang cukup rindang kemudian ia berhenti lalu duduk dan menghitung perolehannya barusan. Baca lebih lanjut

Tampangnya mirip Vanness Wu, artis Taiwan yang kini sedang jadi idola kaum muda di tanah air. Mirip sekali. Aku berkenalan dengannya pada hari pertama kuliah, setelah selesai mengikuti Ordik setahun yang lalu. Terjadinya di kantin kampus. Gara-gara ia menyenggol meja, teh botol yang ada di atas meja terpelanting dan isinya muncrat mengotori bajuku.

Sejak kejadian itu aku selalu bertanya-tanya dalam hati: adakah ia sengaja melakukan hal itu agar dapat berkenalan denganku? Tidak hanya itu, ia juga membuatku jadi rajin ngaca, sampai suatu saat pernah kepergok sama Erly, adikku yang kelas dua es-em-u. Baca lebih lanjut

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai